Sistem Pemeliharaan Ayam Kampung

Pada umumnya, ada tiga macam cara pemeliharaan ayam kampung. Pertama, pemeliharaan ayam kampung secara ekstensif, kedua pemeliharaan ayam kampung semi intensif dan ketiga adalah pemeliharaan ayam kampung secara intensif. Penggolongan ini dibuat untuk mengenal cara-cara memelihara ayam kampung. Masing-masing sistem pemeliharaan memiliki kelebihan dan kekurangan.

Pemeliharaan Ekstensif

Pemeliharaan ekstensif sering dilakukan di desa-desa, atau di daerah yang lahannya masih terbuka luas. Pemeliharaan ekstensif tidak membutuhkan kandang dan peralatan yang lengkap. Pagi hari ayam dilepas untuk mencari makan di lahan terbuka, berupa biji-bijian, serangga dan cacing. Malam hari, ayam berkumpul di suatu penampungan, bisa berupa kandang atau lahan yang disekat ataupun bertengger di pepohonan.

Ayam berkembangbiak di alam terbuka. Ayam betina mencari sarang sendiri. Peternak menyediakan tempat bersarang dialasi jerami atau sabut kelapa. Biasanya, induk ayam bertelur 10 – 15 butir. Kemudian telur dierami induknya selama 21 hari. Induknya pula yang akan mengasuh dan memberi pakan anaknya. Kemanapun induk pergi, anak ayam akan mengikuti induknya. Saat cuaca dingin, malam hari atau turun hujan, induk ayam melindungi anaknya dengan mengembangkan sayap. Anak-anak ayam menyusup di bawah sayap induknya yang memberi kehangatan. Dengan cara itu, anak-anak ayam yang bulunya belum tumbuh sempurna itu terlindung dari udara dingin. Sampai tiba saatnya, anak-anak ayam untuk disapih. Saat itu, anak-anak ayam bulunya sudah tumbuh sempurna dan sudah bisa mencari makan sendiri. Induk ayam sudah tidak perlu mengasuh anaknya dan ia akan kawin lagi, bertelur, mengeram dan mengasuh anak-anak ayam berikutnya. Demikianlah, ayam berkembang biak secara alami.

Dengan pemeliharaan ekstensif, selain menyediakan lahan yang luas, peternak tidak perlu mengeluarkan banyak modal untuk membeli pakan kebutuhan ayam. Namun demikian, dengan pemeliharaan seperti ini, ayam-ayam yang sakit atau mengalami luka, tidak akan cepat ketahuan pemiliknya. Resiko kehilangan, akibat ayam tidak pulang, dimangsa hewan buas atau ada yang mencuri pun sangat besar.

Selain itu, karena asupan pakan setiap harinya tidak terkontrol, pertumbuhan bobot badan ayam cenderung sangat lambat. Dengan kata lain, diperlukan waktu pemeliharaan yang cukup lama agar ayam tumbuh dan berdaging banyak atau bisa menghasilkan telur.

Pemeliharaan Semi-intensif

Pada pemeliharaan secara semi-intensif, ayam dikandangkan pada malam hari dan dilepas keesokan harinya. Sebelum diumbar ayam diberi pakan dan minum oleh pemiliknya. Pakan yang diberikan seadanya, bisa berupa sisa-sisa makanan, dedak, sisa sayuran atau kalau sedang panen padi mungkin ayam diberi pakan berupa gabah. Induk ayam yang sedang bertelur atau mengeram bisa diberi pakan yang lebih baik, seperti nasi sisa, dedak yang lebih banyak atau cacahan sayuran. Anak ayam (khutuk) diberi pakan menir.

Pada pemeliharaan semi-intensif, pemilik sudah mengeluarkan modal untuk membuat kandang dan memberi pakan serta mengawasi kesehatan ayam, namun masih seadanya. Pertambahan bobot badan ayam sudah lebih baik, namun masih bisa ditingkatkan dengan memberi perhatian secara intensif.

Pemeliharaan Intensif

Pemeliharaan intensif bertujuan meningkatkan produksi ayam kampung dan mempercepat masa pemeliharaan. Selama masa pemeliharaan, ayam tidak diumbar atau dilepas keluar kandang. Kebutuhan pakan dan air minum ayam dijamin setiap hari sepanjang hidupnya oleh peternak. Karena itu, kesehatan ayam dapat dipantau sepenuhnya oleh peternak. Kegiatan pencegahan penyakit seperti kebersihan dan vaksinasi lebih mudah dilakukan karena ayam tidak keluar kandang.

Dalam tujuan meningkatkan produksi, induk ayam hanya bertelur, tidak mengerami dan mengasuh anak. Pengeraman telur dilakukan dengan mesin tetas. Setelah menetas, ayam dipelihara terpisah dari induknya.  Sebagai penghangat tubuh anak ayam yang masih belum tumbuh bulu dengan sempurna, anak ayam yang berumur sama dipelihara dalam suatu lingkaran atau kotak dengan pemanas (brooder) berada di tengah-tengahnya.

Pada pemeliharaan secara intensif, kehidupan ayam dijamin sepenuhnya oleh peternak agar ayam dapat berproduksi secara maksimal. Peternak perlu mengeluarkan modal lebih banyak untuk mendirikan kandang, indukan, mesin tetas, membeli pakan dan air minum, membeli vaksin dan obat-obatan serta menyediakan tenaga atau pekerja khusus.

lebih lanjut tentang pemeliharaan ayam kampung secara intensif agar produksi daging dan telurnya meningkat akan ditulis pada artikel selanjutnya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Subsribe

Name
Email *

Alexa Rank